Dulunya Dianggap Menjijikkan, 5 Makanan Ini Sekarang Terkenal Enak

Foto: iStock
Penulis: Redaksi
Rabu, 19 Agustus 2026 | 03:00:00 WIB

Nusaperdana.com, Jakarta - Apa yang dulunya dianggap menjijikkan belum tentu tidak enak sama sekali. Contohnya makanan 'menjijikkan' ini yang seiring waktu berubah jadi hidangan mewah dengan banyak penggemar.
Makanan di setiap generasi atau zaman berbeda-beda karena pengaruh kemajuan teknologi pengolahan hingga ketersediaan bahan baku. Perubahan gaya hidup masyarakat juga memengaruhi keberadaan suatu makanan pada generasi tersebut.

Dulu, sejumlah makanan mungkin ditolak karena penampilannya yang aneh, baunya tidak sedap, atau sekadar karena dikaitkan dengan kemiskinan. Namun, seiring waktu, perubahan selera, teknik masak, dan pengawetan mengubah beberapa makanan ini menjadi hidangan lezat dan mewah yang didambakan banyak orang.

Misalnya 5 makanan ini yang dulunya dianggap menjijikkan, kini menjadi hidangan yang disukai. Dilansir dari Detik.com (14/8), berikut daftarnya!

1. Lobster

Lobster dulunya dianggap sebagai hidangan yang menjijikan tetapi kini nilainya sangat mahal. Foto: Istock
Lobster dulunya dianggap sebagai hidangan yang menjijikan tetapi kini nilainya sangat mahal. Foto: Istock

Dulunya makanan ini dikenal sebagai makanan menjijikkan karena jumlah yang sangat banyak di pantai. Bentuknya juga memengaruhi citra lobster karena mirip seperti serangga atau kecoak laut, sehingga sering dipakai untuk makaan budak, tahanan penjara, dan pupuk tanaman.

Namun, lobster kini identik dengan makanan laut atau seafood yang mewah dan mahal. Harga mahal tersebut disebabkan karena biaya tangkap dan distribusi yang tinggi hingga penurunan jumlah populasi di alam.

Proses tumbuh dan budidaya lobster juga lama. Selain itu, seafood ini juga dikenal berkualitas, dengan daging padat, manis, serta kaya protein dan nutrisi.

2. Oyster

Oyster dulu juga mudah dicari dan melimpah, tetapi kini langka dan nilainya tinggi. Foto: Shutterstock/
Oyster dulu juga mudah dicari dan melimpah, tetapi kini langka dan nilainya tinggi. Foto: Shutterstock/

Di abad ke-18 dan ke-19 di Eropa dan Amerika Utara, oyster bukanlah hidangan mewah seperti saat ini. Seafood ini merupakan makanan kaum buruh dan orang miskin karena jumlahnya melimpah di wilayah pesisir.

Dulunya harga oyster jauh lebih murah daripada daging sapi atau ayam, sehingga menjadi sumber protein utama bagi para pekerja kasar.

Namun, kelangkaannya saat ini telah sepenuhnya mengubah ekonomi dan citra oyster. Kini oyster tersaji di menu restoran menjadi hidangan pembuka premium dan sering dipadukan dengan sampanye atau saus yang mewah.

Harga yang mahal disebabkan karena penurunan stok di alam akibat kerusakan lingkungan dan proses panen sulit.

3. Caviar

Kelangkaan ikan sturgeon dan budidaya sulit membuat caviar kini menjadi hidangan mewah. Foto: Taste Atlas
Kelangkaan ikan sturgeon dan budidaya sulit membuat caviar kini menjadi hidangan mewah. Foto: Taste Atlas

Reputasi caviar sebagai makanan mewah ternyata baru muncul di era modern. Selama berabad-abad, telur ikan sturgeon ini tidak secara universal dianggap sebagai makanan kelas atas.

Di beberapa bagian wilayah Kaspia dan Volga, telur ikan sturgeon hanyalah makanan yang mudah didapat bagi komunitas nelayan. Populasi ikan sturgeon yang sangat berlimpah membuat telur ikan ini dibagikan secara gratis di bar-bar sebagai camilan asin untuk membuat pelanggan haus dan membeli lebih banyak bir.

Namun, seiring dengan penurunan populasi ikan sturgeon dan meningkatnya permintaan internasional, maka caviar menjadi makanan yang mewah dan mahal. Telur ikan sturgeon juga menjadi sangat langka karena butuh waktu 8 hingga 20 tahun untuk siap dipanen.

4. Century Egg atau Telur Pitan

Century egg bisa menjadi pemandangan yang mengkawatirkan bagi siapa pun yang baru melihatnya untuk pertama kali. Bagian yang seharusnya berwarna putih atau bagian putih telurnya justru transparan dan berwarna cokelat kehitaman dan kuning telurnya kehijauan. Melihatnya begitu saja membuat banyak orang menganggap telur ini suda busuk.

Namun, tidak ada yang salah dengan tampilan tersebut. Untuk membuat telur ini biasanya sebuah tong disiapkan dan diisi dengan campuran teh hitam kental, kapur, garam, dan abu. Campuran ini dibiarkan dingin semalaman. Keesokan harinya, telur bebek, puyuh, atau ayam dimasukkan ke dalam campuran dan direndam selama 7 minggu sampai 5 bulan.

Kini hidangan tersebut bertransformasi menjadi kuliner mewah di restoran kelas atas. Nilai estetika, keunikan, dan kompleksitas rasanya membuat telur ini memiliki nilai kemewahan tinggi.

5. Hakari Islandia

Hakari merupakan hidangan tradisional Islandia. Berupa daging hiu Greendland yang difermentasi atau dibiarkan membusuk lalu dikeringkan.

Hiu Greendland segar mengandung senyawa yang membuatnya tidak layak dimakan tanpa pengolahan. Oleh karena itu fermentasi menjadi cara tepat untuk membuat dagingnya bisa dimakan.

Dulu makanan ini dianggap menjijikkan karena aroma yang kuat dan kaya amonia, serta rasanya idak biasa. Oleh karena itu, makanan ini bisa menjadi tantangan bagi pertama kali orang yang mencicipinya.

Kini hakari bernilai tinggi karena proses pembuatannya yang memakan waktu hingga berbulan-bulan. Selain itu, kelangkaan bahan baku hiu Greendland membuat hidangan ini memiliki nilai tinggi.

Reporter: Redaksi